Selasa, 05 November 2013

Dari Ende Menuju Maumere

Haee udah lama sekali rasanya nggak nulis postingan di sini, kali ini mau nulis pengalaman traveling selama penempatan di Nusa Tenggara Timur. Ini pertama kali traveling ke luar Jawa karena kebetulan penempatan kerja di sini juga.

Sebenarnya traveling ini udah lama sekitar bulan Maret lalu karena penyakit males dan mood maka baru sekarang pengalaman ini ditulis buat blog

Ini termasuk perjalanan gue yang cukup nekat karena ini menjadi solo traveler pertama bermodalkan ketemu temen satu angkatan yang tugas di Ende dan Maumere buat janjian ketemu. Bisa dibilang ini perjalanan patah hati juga tapi entahlah yang jelas kini gue sudah move on :)

Jadi, tiga hari long weekend ini mau dihabiskan di pulau Flores berangkat menuju Ende kemudian menyusuri jalan darat ke Maumere dan pulang ke Kupang dari Maumere. NTT ini merupakan provinsi kepulauan dimana antar pulau transportasi yang mendukung adalah jalur laut dan udara, gue milih udara aja biar singkat dan cepat. Maka, jadilah ini perjalanan dengan budget fantastis karena dengan tiket pesawat pp dan penginapan hotel di dua tempat berbeda.


Hari Pertama

Pesawat tiba pagi sekali di Ende dan rasanya bahagia sekali menyambut liburan ini.

Welcome :)

Langsung disuguhi pemandangan gunung
Rencana pagi ini setelah sarapan mau wisata sejarah ke rumah pengasingan Bung Karno dan ke beberapa pantai yang dekat dari kota aja. Sayangnya rumah pengasingan Bung Karno tutup, jadi hanya bisa foto dari luar aja :(


Sedang direhab

Rumah pengasingan Bung Karno dari luar

Pantai dekat pusat kota Ende

  
Pantainya ini kurang bagus karena banyak sampah dan cukup banyak pengunjung seperti warga lokal jadi kurang terawat gitu tapi kalau buat santai-santai sih ya lumayan.

Pelabuhan kota Ende

Masih di sekitar pelabuhan, cakep yak ! :)


Pelabuhan ini katanya udah ditutup sih karena ada pernah ada kapal yang tenggelam di dermaga sini, aneh sih yak kok bisa tenggelam di dermaga ? Walaupun udah tidak dipakai, warga lokal suka menggunakan untuk memancing atau bermain-main di sini.

Selanjutnya ke Pantai Mbuu, pantai ini dekat kota juga kok nggak jauh-jauh. Berikut foto-fotonya.

Batu besar di tengah laut pantai Mbuu


Menunggu sunset :)

Little girl


Sunset, selamat malam Ende

Hari kedua

Hari kedua pagi-pagi sekali akan menuju danau Kelimutu yang langsung dilanjutkan menuju Maumere, jadi packing semua barang yang dibawa sekaligus check out. Perjalanan menuju Danau Kelimutu sekitar 3 jam dan jalanan cukup berkelok-kelok jadi bagi suka mabuk darat cukup mampu buat perut mual.

Mampir di pemandian air hangat langsung dari mata air Ende
Akhirnya sampai juga, welcome Kelimutu
Dari gapura welcome ternyata masih jauh menuju danau Kelimutu kemudian dilanjutkan dengan treking yang juga lumayan jauh dan mendaki, kalau jarang olahraga akan berasa sekali ngos-ngosan seperti gue hehe. Sepanjang jalan menuju danau banyak monyet liar, nggak galak kok malah kalau lihat kita dia takut jadi buat foto mereka diam-diam gitu.
Monyet liar di sepanjang jalan menuju danau
Danau Kelimutu ada tiga danau dengan warna berbeda, kalau menurut Wikipedia sih warnanya itu Biru, Merah dan Putih tapi sepengamatan gue kemarin datang tiga warna itu Hijau, Merah dan Hitam. Perubahan itu memang dipengaruhi cuaca dan iklim.

Setelah jalan cukup jauh danau pertama yang bisa jumpai itu danau merah, kalau menurut sejarahnya danau merah ini tempat berkumpulnya roh-roh orang meninggal yang semasa hidupnya suka melakukan kejahatan/tenung.

Kata seorang teman, "coba deh lempar batu ke tengah danau, pasti nggak bisa karena akan selalu berlari ke pinggir danau batunya".

Kita penasaran kemudian mencoba lempar batu sekuat tenaga menuju tengah danau dari batu kecil dan batu cukup besar hasilnnya benar batu selalu menuju ke pinggir danau.

Danau merah 
Selanjutnya untuk menuju danau berikutnya jalanan yang harus ditempuh ternyata lebih jauh lagi yaitu menuju puncak bukit, hoss hoss. Kalau mau menuju danau lebih baik pagi sekali karena kalau sudah siang sedikit panasnya luar biasa.
Itu jalanan yang harus di tempuh hingga sampai puncak

Jalan sudah difasilitasi tangga
Pemandangan dari puncak
Danau Hitam


Danau Hijau




Di puncak ada tugunya


Dengan kain tenun khas Ende



Hari Ketiga

Hari ini akan ke pantai Tanjung di Maumere, entahlah nggak bisa berkata-kata buat keindahan alam yang masih murni ini. Perpaduan bukit dan pantai sungguh buat bersyukur berkali-kali dengan keindahannya, ternyata laut di Flores lebih bagus memang benar adanya. Pantainya pun masih sepi sekali cuma ada rombongan kita aja yang di sekitaran pantai.



Foto favorit :)







Taken by Bang Daru




Sabtu, 02 November 2013

Patah Hati itu Pasti




Patah hati ?

Ah siapa sih yang belum belum mengalami itu, aku yakin semua manusia dengan fitrahnya pasti pernah jatuh cinta. Tahukah bahwa jatuh cinta itu satu paket dengan sakitnya bernama patah hati, ya namanya juga “jatuh” pasti sakit.

Aku juga pernah patah hati, beberapa kali patah hati. Percaya atau tidak bahwa manusia itu candu terhadap rasa sakit, sakit hati satu kali tidak membuat kita bijak memilih hati kembali. 

Jalani aja dulu, sakitnya belakangan. Namanya pengalaman hidup.

Itu dulu pernah diterapkan dalam hidup jauh sebelum rasa sakit datang bertubi-tubi, setelah mengerti rasa sakit dikhianati, sakit menanti dan sakit dalam salah memilih hati akhirnya berhenti untuk mencoba “jatuh” kembali.

Memutuskan untuk berhenti “jatuh” kembali bukan karena benar-benar berhenti atau semacam trauma, bukan. Aku pun tidak pernah larut pada kesedihan tentang patah hati. Aku hanya memberi jeda panjang pada hati untuk memperbaiki, memoles lubang-lubangnya, membalut luka yang pernah ada, membersihkan sisa-sisa kenangan lalu, mencerahkan suasana di dalamnya.

Aku ingin mempersiapkan semua dengan baik hingga pada saatnya tiba aku mampu “jatuh” kembali pada hati yang tepat, yang telah ku teliti dengan hati-hati.

Rabu, 03 Juli 2013

Cerita Kehilangan

Angin malam serasa makin dingin dengan turunnya hujan rintik-rintik, kita masih duduk di bangku taman tengah kota persis di depan Monumen Nasional yang orang sebut Monas. Di kejauhan orang-orang sibuk berlarian menyelamatkan diri dari hujan dan ramai deru suara kendaraan lalu lalang.

Tepat di samping kau diam tanpa suara, kau isap rokokmu dalam-dalam kemudian menghembuskan asapnya perlahan. Kau bahkan masih tetap diam sampai hampir habis satu batang rokok kau isap.

Aku tak berani memulai kata dan aku memilih juga diam untuk menunggu kau mengatakan sesuatu sementara aku menunggu kau bicara aku sibuk melihat orang berjalan, kendaraan lalu lalang dan tegak gagahnya Monas malam hari. Tak ada yang berubah dari kota Jakarta ini setelah setahun aku meninggalkan kota ini.

Mungkin kota ini tak berubah namun rasa dan hati bisa berubah pun kepada orang yang pernah ada bertahun-tahun bersama pun.

Tuhan banyak memberiku rasa kehilangan, katamu sambil menginjak sisa rokokmu.

Aku kehilanganmu kemudian kehilangan ibuku, Tuhan buat cintamu mati dan ibuku mati. Jadi, Tuhan mau apa kepadaku ?

Aku menoleh ke samping untuk melihat ekspresimu, wajahmu memandang nanar ke depan seperti kau kecewa namun tak mengerti kau harus marah kepada siapa.

Setelah Tuhan mengambil dua wanita dalam hidupku lalu untuk apa aku hidup, katamu sambil beranjak pergi dan berlalu meninggalkanku yang masih tetap terdiam di bangku taman.

Tuhan akan mengganti kehilanganmu, kataku lirih.

Minggu, 20 Januari 2013

Keluhan saja, Abaikan !



23.20 WITA baru sampai di kost setelah tadi kejebak hujan di kantor. Di luar masih hujan dan angin kencang, kedengaran atap beradu gaduh karena angin. Segelas susu cokelat hangat dan playlist favourite nemenin ketik-ketik di laptop. Iya, ketika kembali di kamar kost seketika dunia sepi kembali, sendirian.

Hampir sebulan di sini cuma masih belum mengerti untuk apa di sini, semua yang saya lakukan rasanya nggak ada makna nggak ada tujuan. Sebelum sampai sini banyak hal yang ingin saya lakukan, namun ketika sampai di sini terasa hilang semua tujuan itu. Saya sadar nggak boleh lama-lama seperti ini, saya harus melakukan sesuatu yang bisa membuat diri saya sendiri nyaman berada di sini.

Tapi apa ?

Kadang berpikir apakah saya terlalu manja ? menye-menye ? nggak dewasa ? untuk belum bisa terima kenyataan telah berada di sini. Saya hanya ingin dekat dengan orang-orang yang saya cintai, keluarga, pasangan dan sahabat-sahabat saya itu saja. Sebanyak apapun saya berinteraksi dengan mereka menggunakan teknologi tetap saya ingin berinteraksi langsung dengan mereka.

Tuhan, aku percaya bahwa aku berada di sini adalah yang terbaik dariMu dan kemudian ijinkan aku meminta untuk secepatnya aku bisa kembali bersama dengan orang-orang yang aku cintai, bisa melihat dan bertemu mereka kapan pun.

Habiskan susu cokelat, matikan laptop dan tarik selimut. Mari tidur besok kembali masuk kantor. Semoga perasaan lebih baik saat bangun nanti. Selamat malam.

 
Kefamenanu, 20 Januari 2013

Sabtu, 12 Januari 2013

Cerita Penempatan

Akhirnya bisa posting juga cerita penempatan setelah hampir tiga minggu ada di sini. Ibaratnya minggu pertama seperti mimpi dan masih nggak percaya, minggu kedua agak sadar dan mencoba adaptasi, dan ini minggu ketiga udah yang “ya sudahlah mau gimana lagi” hehe.


Iya ini udah tinggal di Kefamenanu kota kecil yang empat jam perjalanan dari Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pernah lihat iklan Aqua yang “Sumber air su dekat..” ? Nah dari daerah itu dua jam perjalanan lagi.

Awalnya sebelum sampai di sini underestimate sama daerah ini, mikirnya akan susah segala hal di sini. Pas sampai sini biasa aja kok, gue masih bisa mandi dengan air bersih atau belanja ke minimarket. Asal jangan nanya aja “Di sana ada Pizza Hut atau Sevel nggak ?” ya jelas NGGAK lah.

Di sini bener-bener sebagai pendatang baru yang sendirian, nggak ada keluarga atau teman yang udah kenal lama di sini semuanya bener-bener baru. Dari situ banyak juga hal-hal baru yang ditemui di sini.

Minoritas

Ini pengalaman pertama menjadi minoritas di suatu lingkungan buat gue, karena dari lahir sampai sebelum ke sini terbiasa sama lingkungan yang mayoritas muslim. Nentuin arah kiblat sendiri sampai gue rindukan suara adzan yang menyeru langsung dari mesjid tiap waktu sholat. Sejak menjadi minoritas di perantauan gini makin ngerasa punya Allah dan ngerti esensi ibadah sih.

Budaya Pesta

Pas minggu kedua di sini ada acara natal bersama di kantor, dan gue pun ikut walau muslim karena ini acara kantor. Hal yang bikin kaget pertama sih sajian minuman beer di acara kantor gini, ternyata di sini minum beer itu biasa. Di akhir acara mereka nari bersama diiringi lagu daerah sini, kemudian saat lagu slow mereka dansa-dansa gitu. Iya, gue baru liat yang begituan apalagi di acara formal kantor gini.

Panggilan nama

Di sini kalau manggil orang yang lebih tua buat cowok itu “Om” kalau cewek “Nona”, dan ini susah buat gue yang biasa manggil orang pake “mbak” dan “mas”. Pernah suatu ketika di minimarket pas mau nanya sesuatu gue panggil pelayannya pake “Mas,,mas” eh dia nggak respon, pas ada yang manggil pake “om” baru lah dia nengok. Jaelaa dalam hati gue.

Salaman

Biasanya salaman itu jabat tangan kemudian cipika cipiki, cipika cipiki pun biasanya cewek ke cewek dan cowok ke cowok kan. Nah, di sini unik dan bikin gue merasa kaget hehe. Jadi, hari itu pertama masuk setelah tahun baru dan sekantor pada saling salaman buat ucapin selamat tahun baru. Ternyata salaman di sini itu jabat tangan kemudian saling adu hidung, iya hidungnya beradu sampai nempel dan itu berlaku cewek cowok pun. Silahkan bayangkan wajah kaget dan awkward gue.

Gitu aja cerita di sini, bener-bener beda banget sama kebiasaan lingkungan gue selama ini. Sekarang lagi pelan-pelan adaptasi dan menyesuaikan. Ini masih di kota belum berkunjung ke desa-desanya lho, nanti kalau ada yang seru lagi gue posting deh.

Rabu, 09 Januari 2013

Long Distance




Jarak suka jahat kadang bikin rindu jadi semakin sendu, kadang bikin hati jadi begitu ragu.

Setelah akhir-akhir ini bertarung dengan ragu tentang hal yang akan melemahkan tentang kita nanti karena jarak, dan aku telah memilih.

Aku mengingat darimana kita mulai dan apa yang akan kita capai.

Tak bisa janji banyak hal tentang keyakinan dan rasa ini, kita berjalan saja menuju ke sana semampu kita.

I love you :*