Februari 2017 lalu saya menikah, tepatnya di aula Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat. Persiapan menikah memang menjadi permasalahan yang cukup rumit. Saya juga tidak tahu siapa yang memulai budaya menikah ribet karena resepsi. Sejatinya pesta pernikahan itu milik orang tua dan keluarga, kalau dari kami justru menginginkan acara sederhana.
Saya menikah di Jakarta, sementara domisili saya bekerja di NTT dan suami di Bandung. Praktis segala persiapan banyak mengandalkan keluarga dan dimaksimalkan dalam waktu yang mepet acara. Jujur saja H minus dua bulan saya belum fix banyak vendor. Sibuknya pekerjaan dan banyak menimbang berbagai hal membuat saya menunda-nunda.
Semua calon pengantin pasti sangat khawatir ketika menentukan pilihan pada vendor tertentu untuk acara yang seumur hidup satu kali. Semua calon pengantin tentu ingin segala hal sempurna, jika ada yang kurang pun itu bukan hal yang signifikan.
Kegalauan saya pada awal persiapan yaitu, memilih vendor satuan atau vendor paketan. Vendor satuan maksudnya catering, dekor, dan lainnya merupakan vendor terpisah. Vendor paketan yaitu semua menjadi satu. Memilih salah satu dari hal tersebut juga mempertimbangkan biaya dan budget, serta pertimbangan efesiensi.
Akhirnya setelah riset dan banyak meminta pricelist dari berbagai vendor, resmi pilihan saya jatuh pada Vendor Paket Wedding dari Purnama Catering. Selain alasan efesiensi, vendor ini pernah menangani pernikahan kakak saya di tahun 2014. Saya pikir karena pernah dipakai keluarga pasti aman, ternyata pada perjalanannya saya justru sangat kecewa dengan vendor ini.
Berikut beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan calon pengantin di daerah Jakarta Pusat dan sekitarnya jika ingin memilih Purnama Catering.
Harga
Harga yang tertera pada brosur yang diberikan memang menggiurkan karena dibanding vendor paketan wedding lain yang selevel, Purnama Catering ini bisa dibilang lebih murah. Sayangnya, saat kita detail ingin konsep dan acara seperti apa, akan ada banyak biaya tambahan lain-lain. Misalnya ingin dekor tertentu nambah lagi, untuk baju akad nambah, untuk adat tertentu nambah, dan charge lainnya yang silahkan ditanyakan detail dahulu.
Koordinasi
Hal ini yang super duper membuat saya senewen sesungguhnya. Jadi, Purnama Catering sepertinya mempunyai divisi yang berbeda-beda dalam menangani berbagai hal. Contohnya saya kemaren, undangan urusan dengan Pak A, catering dan dekor urusan sama mbak B, makeup dan baju urusan sama mbak C. Ketiganya saya yang kontak sendiri untuk progress dan lain-lainnya. Kadang pas menanyakan sesuatu suka dilempar-lempar, dijawab "saya tidak ngurusin itu mbak, coba tanya si C, A dll..".
Err..
Jujur saja ketidakjelasan koordinasi ini membuat saya khawatir. Apalagi saat saya menanyakan run down acara bagaimana, mereka tidak punya run down acara yang jelas. Sebagai orang yang detail dan sering menjadi seksi acara dan event tentunya saya patut curiga. Saya akhirnya menambah Wedding Organizer sebagai panitia dalam acara, yang juga koordinasi pada masa persiapan. Alasan saya tentu ingin keluarga saya menikmati acara tidak dibebankan jadi panitia.
Pada perjalanannya, pihak Purnama Catering ini sangat tidak kooperatif. Pihak WO menanyakan run down acara namun ditanggapi tidak jelas, menanyakan Contact Person yang menangani acara dll tidak direspon, diajak briefing acara menolak datang. Paling fatal adalah periasnya terlambat datang pada hari H, saya menunggu hampir satu jam. Dampaknya adalah rangkaian acara akad yang terganggu dan mood saya menuju meja akad yang buruk!
Saat pihak Purnama Catering menolak briefing dengan kami, jawaban mereka adalah..
"Kita sudah biasa menangani banyak wedding dan sukses kok.."
Dear Purnama Catering jika anda sudah sering menangani banyak wedding, tidak dengan kami calon penganten yang baru menghadapi pernikahan dan satu kali seumur hidup. Ketidakjelasan koordinasi kalian membuat kami sangat khawatir, berpengaruh pada psikologis kami calon penganten dan keluarga. Jawaban tersebut bukan menenangkan justru menjengkelkan.
Pakaian dan Riasan
Saya pribadi tidak suka dengan koleksi pakaian pernikahan dari Purnama Catering. Mungkin ini masalah selera tapi memang pilihan pakaian mereka tidak variatif dan cenderung out of date. Saya memutuskan sewa dari vendor lain untuk pakaian resepsi.
Sebagai seseorang yang suka makeup tentu riasan jadi poin yang saya perhatikan juga. Saya ingin tahu siapa yang merias saya, bagaimana contoh hasil riasannya, sehingga saya bisa request beberapa hal. Sayangnya, pihak Purnama Catering tidak bisa memastikan nanti kita akan dirias oleh siapa. Bagian ini saya Bismillah saja :)
Pelayanan
Pada bagian ini jika ada rate bintang seperti di aplikasi GoJek, tentu saya beri pada rentang bintang satu sampai tiga, tidak lebih! Mari kita bahas satu-satu pelayanan masing-masing bagian dari Purnama Catering.
Pertama, komunikasi dari pihak marketing hingga bagian lainnya kurang baik. Misal saya lagi mau nanya-nanya, eh mbaknya sambil ketawa ngobrol sama teman lainnya. Lain lagi ketika saya menanyakan hal yang tidak diketahui oleh mbaknya, mbak menyuruh kita tanya sendiri ke mbak lainnya :)
Kedua, perias yang terlambat datang yang dampaknya membuat mood saya menuju meja akad tidak karuan. Selain itu riasan yang tidak maksimal, waktu itu saya ingat bagian lipstick yang tidak simetris dipulasnya :( Saat touch up untuk resepsi bukan dengan perias penganten tapi dengan perias among tamu. Katanya mbak perias penganten lagi ngambil rapot anaknya ya Allah :( Untung riasan touch up lebih baik :)
Ketiga, fotografer yang mukanya asam terus dari awal akad sampai resepsi :) Sumpah ya mas fotografer dari pihak Purnama Catering ini sangat amat malesin banget. Saat mengarahkan gaya, nyuruh-nyuruh dengan wajah asam seolah dia fotografer handal dan kita model bayarannya :( Untung kami menambah lagi fotografer dari luar, dan perbedaan pelayanannya sangat jauuuh :)
Demikian kekecewaan yang sangat membuat saya harus membuat blog ini agar beberapa calon pengantin bisa mempertimbangkan saat memilih Purnama Catering. Terlepas dari beberapa kekecewaan saya, semua hal berjalan lancar dan baik. Saya cukup puas dengan hasil undangan dan catering. Namun, jika saya bisa mengulang waktu mungkin saya akan memilih vendor satuan saja dibanding vendor paketan wedding.
Bahwasanya, jika vendor satuan itu lebih fokus dan maksimal pada pelayannya. Berbeda dengan paketan wedding yang mana mereka ingin menampilkan harga yang membuat kita tertarik tapi kita belum tahu kualitas masing-masing bagiannya.
Salam,
Tristy
| Menggunaka Siger Untuk Akad Nikah |















