Senin, 09 April 2012

Ujung Genteng

Nekat bacpacker ke Ujung Genteng setelah mupeng lihat foto-foto di internet betapa indahnya Ujung Genteng. Dan emang bener, disana pantainya bagus belum lagi curugnya masih alami keindahan alamnya. Nah ini neh perjalanan backpacker Ujung Genteng kita.

Hari 1

Jam 06.00 janjian ketemuan di halte busway UKI, agak ngaret gue baru dateng jam 07.00 :). Pas sampe di halte UKI baru sadar banyak yang gak dibawa gara-gara packing semalam yang dadakan, parah gak bawa camdig :) . Dari jembatan UKI kita naik mobil Preman (agak serem ya namanya, padahal itu singkatan Pribadi yang Disewakan) ke arah Ciawi Bogor ongkosnya Rp.10.000 aja. Setelah sampai di Ciawi lanjut naik mobil elf  warna merah arah Sukabumi dengan ongkos Rp.12.000. Sampai di Sukabumi kita lanjut ke terminal Lembur Situ, dari turun elf naik becak ke pangkalan angkot arah lembur situ,  ongkosnya cuma Rp.3000 aja.

Setelah sampai di terminal lembur situ, kita naik yang arah ke Surade. Nah pas sampai terminal ini pasti langsung dikerubutin sama abang-abang angkot, kenek dan semacamnya lah yang bikin bingung. Tipsnya sih jangan kebawa bingung, santai aja dan cool hehe. Dari terminal lembur situ ada dua pilihan naik elf atau bus, akhirnya kita pilih elf setelah nego harga sampai penginapan jadi Rp.30.00 per orang. Ternyata dari lembur situ ke ujung genteng itu jauhnya ampun boo! Perjalanan 4 jam dari lembur situ akhirnya jam 15.30 sampai juga di penginapan, capeknya perjalanan terbayar pas lewatin pantai yang keren banget bikin kita agak norak terkagum-kagum.

Ini penginapan kita lho, di Pondok Adi persis depan Pantai Cibuya. Harga penginapan Rp.300.000 per malam itu buat satu rumah panggung dengan fasilitas dua kamar, dapur dan alat masak, kamar mandi dan ruang tamu. Penginapan ini cocok kalau kalian pergi sekitar 4-5 orang jadi bisa sharing cost dan lebih murah.


Depannya langsung Pantai Cibuya



Setelah makan dan bersih-bersih kita langsung berangkat ke penangkaran tukik di Pantai Pangumbahan naik ojek Rp.25.000 pulang pergi. Pelepasan penyu sehari cuma sekali yaitu pas sore aja, beruntung kita pas sampai sana gak lama langsung ada acara pelepasan penyu. Rencananya mau nunggu sampai penyu bertelur yang katanya bertelur jam 8 malam atau lebih, karena udah kotor habis main di pantai akhirnya jam 19.00 kita minta jemput dan pulang ke penginapan.




Hari 2

Akses angkutan di Ujung Genteng itu agak susah, jadi kalo mau kemana-mana lebih sering pake ojek atau sewa angkot. Kebetulan kita udah deal sewa angkot pas masih di Jakarta, jadi hari kedua ini emang khusus jalan-jalan pake angkot dengan supirnya yang gahul, mang udui ^_^. Hari kedua ini rute kita adalah Curug Cikaso, Curug Cigangsa dan Tanah Lot Amanda.










Hari 3
Rencana kita adalah makan seafood di TPI, tapi ternyata yang bisa langsung dimasakin itu pas malam sementara kita kesana pagi. Akhirnya kita mutusin buat pulang aja, ya jam 09.00 kita diantar mang Udui sampai Surade buat naek elf ke Sukabumi. Dadah-dadah sama keindahan alam Ujung Genteng, terima kasih liburannya dan waktunnya pulang ke Jakarta.

Sabtu, 18 Februari 2012

Front Penyayang Islam, Dukung!

Siapa yang tidak tahu FPI sih, sudah eksis kan bagaimana citranya. Oke, kalau memang media tidak fair dalam pemberitaan terhadap FPI tapi buat saya kekerasan tetaplah kekerasan apalagi harus dibungkus dengan agama pula. Disini memang saya mendukung pembubaran FPI dengan alasan saya tidak suka kekerasan yang kemudian diatasnamakan buat Islam.

Tentang banyaknya pro dan kontra itu wajar. Bukan tentang masalah pembubaran FPI saja,  hal kecil saja bisa jadi perdebatan apalagi ini yang merupakan Organisasi Masyarakat berbasis Islam. Semua orang berhak untuk berpendapat dan beropini, kasta terendahnya adalah yang merasa paling benar karena yang benar adalah milik Allah SWT. Jadi, jangan terlalu cepat menjudge seseorang yang mendukung FPI adalah liberal.

Jika saya melihat masalah ini dari sisi kekerasan apakah salah? Liberalkah pemikiran saya atau lebih buruk lagi dari seorang liberal. Ilmu agama saya memang tidak sebesar orang-orang yang meneriakan bahwa mendukung FPI bubar adalah Jaringan Islam Liberal (JIL), ilmu agama saya hanyalah setitik dari barisan kata-kata mereka. Namun, saya hanya ingin menjelaskan yang terdengar dari nurani saja semoga tidak salah walau sudah pasti belum tentu benar.

Sederhananya begini, disetiap memulai baca ayat suci diwajibkan membasa “Bismillahirrahmanirrahim” yang artinya Allah maha pengasih dan penyayang. Buat saya ini lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, pengasih dan penyayang. Jika untuk membela Islam harus dengan kekerasan rasanya saya sangat sedih. Tidak terpikirkah bagaimana tanggapan agama lain tentang Islam ketika melihat cara Islam dalam menegakkan kebenaran, jika saya saja sebagai beragama Islam begitu kecewa.

Saya bukan JIL dan beragama Islam saya mendukung FPI bubar bukan karena saya benci tetapi saya merindukan citra Islam yang damai di negeri ini. Sekali lagi karena yang benar hanya milik Allah dan ini adalah sudut pandang saya saja.

Kamis, 09 Februari 2012

Senin, 30 Januari 2012

Facebook vs Twitter

Pertama punya facebook itu jaman kuliah semester 3, happening sekali jejaring  sosial itu. Pada awalnya seneng bgt update status atau komen di status orang, pokoknya sehari harus ada activity on facebook. Sumpah lihat status pada jaman dahulu kala bikin eneg sendiri lalu ngakak dan bertanya benarkah itu saya yang menulis status tersebut dengan sadar? Semacam status seperti ini pernah saya tulis dua tahun yang lalu,

“Biarkan aku sendiri dengan pendewasaanku”.

Atau ada lagi yang model begini,

“Lelah jalani cinta begini, cukupkan sajalah”.

Bergidik, segalau itukah saya dimasa lalu? Kemudian terbahak-bahak.

Terlepas dari manfaat facebook bagi masing-masing orang yang beda-beda, saya rasa sekarang orang-orang telah bosan dengan jejaring sosial ini. Sekarang jarang saya temui status updates dari teman-teman yang saya kenal, halaman “beranda” justru dipenuhi orang yang tidak saya kenal terlebih sekarang banyak ajang bisnis on facebook maka banyaklah bertebaran online shop.

Saya pun mulai bosan dengan facebook, kemudian beralih ke twitter.

Twitter sejenis facebook disana kita bisa menumpahkan isi kepala yang sebut nge-tweet, yang seru disini kita bisa follow orang-orang yang terkenal semacam artis dan itu asli akun mereka. Makin kesini saya lebih suka follow orang yang selalu buat tweet menarik dibanding artis yang tweet-nya kebanyakan hanya percakapan saja.

Twitter menarik buat saya adalah karena disana kita bisa menemui isi kepala orang lain dalam bentuk sudut pandang mereka di timeline, saya menikmati setiap sudut pandang yang berbeda terhadap apapun. Lebih jauh manfaat twitter mungkin kembali kepada masing-masing orang, seperti ingin terus mengikuti perkembangan artis idola atau sekedar ingin mengikuti gaya hidup untuk eksis di twitter.  Entah kapan saya akan mulai bosan dengan twitter seperti bosan saya pada facebook, yang pasti saya masih menikmati twitter sebagai sarana jejaring sosial dan media informasi apapun.

Terimakasih Jack Dorsey!

Sabtu, 14 Januari 2012

Sahabat Sejati



Tetiba ingin menjentikkan jemari ini untuk mengumpul kata, sekedar ingin berbagi pada dunia bahwa aku punya orang-orang hebat yang aku punya selain keluarga.

Sahabat

Entah bagaimana garis takdir yang dibentuk Tuhan hingga kita bisa bertemu lalu membentuk cerita kemudian ku sebut kalian sahabat.

Kita punya sisi yang sama,  banyak juga yang berbeda dan itu tak menghalangi kami tuk terus berpacu dengan waktu mencipta persahabatan ini.

Ruang dan waktu memercik hati,  jika kita punya rasa yang sama sebagai teman. Rasa busuk! :)

Persahabatan kami tak biasa, kami terlalu banyak tertawa walaupun dalam sedih. Itulah kami, tidak terlalu suka terlihat cengeng atau manja. Jadi, jika kebanyakan persahabatan melalui tawa dan tangis tapi tidak bagi kami, kami selalu tertawa.

Kami selalu tertawa karena kami sadar saat bersama tangis pun akan terasa lucu buat kami.
Kami sangat tahu kekurangan kami masing-masing, untuk kami cemooh yang kemudian akan kami tertawakan bersama.

Persahabatan macam apa ini! Kami tak peduli karena kami bahagia di dalamnya.
Indahnya bersama kalian dimasa muda.

Pelan-pelan waktu berjalan, lalu nanti akan memisahkan kita untuk menuju masa depan.

Lalu samar-samar mengalun lagu sahabat sejati,

Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan                       
Ujung perjalanan ini                                                          
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini

Kamis, 04 Agustus 2011

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir


Sadar atau tidak ternyata skripsi bukan hanya pencapaian ilmiah semata lho, iya itu siy gw rasain. Kenapa gitu? Sisi lain selain dari pencapaian ilmiah berupa hasil karya ilmiah yang dihasilkan maupun gelar sarjana yang didapat, ternyata ada sisi psikologi yang bisa diambil disini. Sisi psikologi yang bisa diambil disini adalah pendewasaan yang gak kita sadari bisa merubah kita jadi lebih baik lho.

Coba fikir deh, dari awal kita fikir bahwa skripsi itu berat dan kita ragu buat bisa lewatinya atau gak. Nyatanya karena keharusan dan keinginan yang kuat ternyata kita mampu melewati tahapannya (walaupun masih belum rampung). Dari situ dapat diambil hikmah bukan, sesuatu yang kita anggap gak mungkin sebenarnya bisa kita raih asal punya keinginan yang lebih buat raih hal itu.

Selanjutnya adalah tentang sebuah proses, sadar gak bahwa skripsi adalah sebuah proses dari kita ngajuin topik, bikin proposal dan diterima. Setelah diterima, mulai jalan bikin skripsi pun ada tahapannya dimulai dari bab I sampai akhir dan diujikan di sidang. Sebuah proses panjang yang juga penuh perjuangan yang akhirnya buat kita dapat gelar sarjana. Manfaat yang bisa diambil adalah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan itu melalui sebuah proses gak ada yang instan.

Sabar, sikap yang mau tidak mau terasah dengan sendirinya dalam pembuatan skripsi. Hal teknis yang biasanya mengasah kita buat sikap yang satu ini contohnya adalah nunggu dosen saat mau bimbingan atau masalah cari data bagi penelitian sekunder dan mencacah bagi penelitian primer, semuanya secara sadar telah mengasah sikap sabar kita kan.

Interaksi, dengan skripsi mau gak mau kita jadi banyak interaksi dengan banyak orang. Hal yang kita gak tahu bikin kita banyak nanya ke orang yang semula gak deket atau bahkan negur pun gak. Dulu yang kuliah jarang interaksi dengan dosen sekarang sejak skripsi malah cari-cari dosen buat nanya tentang penelitian kita. Tanpa disadari banyaknya interaksi itu adalah bekal buat kita setelah lulus nanti lho, khususnya dunia kerja.


Kebersamaan, skripsi menyatukan kita. Ini mungkin gak secara umum terjadi di banyak kampus, karena pada umumnya kampus lain beda-beda waktu pengambilan skripsinya. Dikampus gw, skripsi  kita bareng satu angkatan, dan hal itu bikin kompak karena dalam tekanan dan rasa yang sama. Punya teman satu penderitaan itu bikin rasa susah jadi gak begitu terasa berat lho, bener kan? Malah makin termotivasi buat sama-sama melalui masa sulit ini.

Ini yang terakhir, entah apa orang lain juga ngerasa hal ini apa gak ya. Dari skripsi ini jadi merubah mindset yang tadinya easy going gak tau mau kemana masa depan jadi lebih tertata lho pola pikir kita. Jadi pengen jadi lebih baik seperti sekolah ke luar negeri atau mungkin jadi seseoarang yang lebih baik. pemikiran positif itu yang gw rasain siy dalam proses skripsi karena mungkin mulai mencintai topik skripsi yang berbulan-bulan menghantui hidup, setelah tahu bahwa ilmu pengetahuan itu menyenangkan jadi pengen tahu lebih jauh (itu hanya dugaan sementara).

Mungkin itu adalah sisi lain dari skripsi terlepas dari sisi akademik, satu lagi yang terlupa bahwa skripsi adalah pembuktian cinta buat orang-orang yang kita sayang. Karena dengan mengingat orang-orang yang kita sayang seperti ayah dan ibu itu akan menguatkan kita dalam masa sulit proses skripsi sehingga memotivasi untuk bisa menyelesaikannya.

Mari bersemangat, satu langkah lagi ^_^

Rabu, 27 Juli 2011

Seminar Skripsi

Salah satu syarat lulus adalah ikut seminar skripsi. gw cuma mahasiswa biasa gak begitu pinter tapi pengen lulus jadi punya skripsi juga gak ngerti esensinya apa yang penting bikin skripsi, ketemu dosbing dan cari-cari data. Fatal emang kalo esensi kita seperti itu, karena hal itu sangat berpengaruh ketika pengen ikut seminar.

Seminar, ya seminar skripsi terlihat simpel karena emang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen pembimbing juga moderator. tahukah yang bikin gw deg-degan berhari-hari adalah tentang skripsi yang gw kerjain berbulan lamanya ini gak yakin unutuk gw persembahkan ke khalayak ramai karena ESENSI di awal tadi yang gak serius!